Tugas-4-Manusia MAkhluk Otonom-MPKAgamaIslam
MANUSIA MAKHLUK OTONOM
4.1 Nikmat Allah bagi Semua Makhluk Hidup
Otonom terkait dengan keberadaan
manusia sebagai makhluk Allah adalah bertalian dengan kebebasan menentukan pilihan.
Manusia memiliki hak menentukan pilihan disamping diikat oleh kewajiban insani
sebagai makhluk Allah yang wajib beribadat, dimana hak dan kewajiban tersebut
berlindan dengan pahala dan dosa. Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi
dengan tanggung jawab dan memikul amanat yang telah ditawarkan oleh Allah SWT.
Namun begitu, sesuai dengan yang diungkapkan Allaha dalam Al-Qur’an, manusia
cenderung lalai, menyepelekan amanat, dan zhalim.
اِنَّا
عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ
يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا
جَهُوْلًاۙ
Sesungguhnya
Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi
semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan
melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia
(manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.
(Q.S.
Al-Ahzab, 33:72)
4.2 Nikmat Hidup
Nikmat hidup telah diberikan oleh Allah dengan sifat
Rahman-Nya kepada semua makhluk hidup. Semua makhluk hidup telah dijamin rezekinya
beserta fasilitas hidup yang lengkap oleh Allah SWT. Namun, banyak fasilitas
kehidupan (nikmat hidup) yang dikuasai secara semena-mena oleh sekolompok
manusia tertentu. Selain itu ketidakadilan sosial telah merebak dimana-mana. Ketika
manusia berbuat jahat, memilih doninasi fujuur sebagai panglima dan menyusihkan
taqwa, maka kejahatan manusia akan lebih buruk dibandingkan kejahatan yang bisa
dilakukan oleh hewan.
Semua makhluk Allah SWT diberikan kesempatan hidup dan
berkembang biak oleh Allah SWT lengkap dengan fasilitas yang menyertai keberadaannya.
Inilah nikmat yang amat mendasar yang dianugerahkan oleh Allah untuk semua
makhluknya tanpa membeda-bedakan.
4.3 Nikmat Akal
Nikmat akal diberikan kepada manusia sebagai alat
oengendalian diri, alat pengembangan diri, alat berpikir yang digunakan untuk
mengubah dan menentukan pilihan, oleh karena itu manusia diserahi tugas oleh
Allas SWT untuk mengelola bumi, berbudaya. Allah SWT akan menempatkan manusia yang
beriman dan menguasai ilmu dengan posisi yang lebih tinggi diantara makhluk
Allah SWT lainnya. Pengembangan ilmu pengetahuan menjadi induk pengetahuan masa
kini pernah dicapai oleh masyarakat muslim masa lalu.
Allah SWT telah menunjukkan bahwa lepasnya keimanan
menyebabkan runtuhnya puncak pencapaian ilmu dan keberkahan hidup, buktinya
melalui kejadia fenomenal pada Perang Salib. Allah SWT telah menegaskan keberadaan
keimanan harus bergandengan dengan ilmu dalam surat Al-Mujaadilah, 58:11.
4.4 Nikmat Hidayah
Nikmat hidayah hanya dianugerahkan
Allah kepada manusia terpilih saja. Allah SWT telah menegaskan bahwa urusab
hidayah adalah urusa Allah SWT semata, Allahlah yang memiliki hak dalam menetapkan
siapa yang akan mendapatkan hidayah dan siapa yang secara pasti (berdasarkan
proses) tidak mendapatkan hidayah. Allah Swt juga menegaskan bahwa hidayah
tersebut selalu disertai dengan perangkat yang melengkapinya, yaitu adanya utusan
(rasul) untuk menyeru ke arah hidayah Allah SWT.
4.5 Dua Nikmat yang Kerap
Terlupakan
Nikmat sehat adalah anugerah Allah
SWT. Banyak manusia yang lupa diri bahwa sehat itu sangat mahal. Ketika Allah
menyiapkan sehat dengan sangat murah, banyak manusia terlena dalam kondisi
nyamannya, dan manusia lupa bahwa disamping sehat ada sakit yang selalu
mengintai. Nikmat lainnya yang kerap dilupakan oleh manusia adalah kenikmatan
memiliki waktu senggang. Allah SWT menuntut manusia untuk beribadat mahdhah
dengan waktu yang sangan sedikit. Manusia cukup leluasa untuk memanfaatkan
waktunya dalam banyak kegiatan di luar ibadah mahdhah.
Tanda syukur bukan hanya sekedar ucapan. Ada bentuk rasa
syukur yang bisa tampak sebagai bukti-bukti tinggalan yang baik serta menjadi
penanda keberadaan dan kehadiran makhluk Allah SWT yang banyak bersyukur dalam Tindakan
(amal shalih). Hidup manusia paripurna dalama konsep Islam adalah mengisi dunia
duniawi yang syar’i yang akan menjadi bekal kesiapan dalam kehidupan ukhrawi.
4.6 Manusia Makhluk
Individu
Manusia adalah makhluki individu yang dapat tegak dan memiliki
keunikan masing-masing. Kemahakuasaan Allah yang menciptakan manusia sebagai
makhluk unik. Keunikan manusia dan kebebasan yang dianugerahka oleh Allah
kepada manusia bisa diperiksa, tercatat, dalam Al-Qur’an. Bersama dengan
keunikan yang diberikan Allah kepada manusia, Allah juga telah melengkapi
manusia dengan aneka aturan untuk kemaslahatan hidup manusia.
4.7 Konsep Dosa
(Individu) dalam Islam
Manusia dilahirkan sebagai makhluk
individu, maka urusan dosa adalah urusan individu. Manusia harus mampu
mempertanggungjawabkan seluruh hasil perbuatan masing-masing. Manusia yang
melibatkan orang lain untuk melakukan perbuatan, dalam bentuk kebaikan maupun
keburukan, mereka akan mendapatkan balasan dan perhitungan untung-rugi akibat
perbuatannya.
Komentar
Posting Komentar