Postingan

Tugas-5-Manusia Makhluk Sosial-MPKAgamaIslam

  MANUSIA MAKHLUK SOSIAL 5.1 Pola Hubungan Vertikal Makhluk-Khalik             Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan vertikal langsung tak memerlukan perantara. Hubungan tanpa penghalang antara manusia dengan Allah yang telah ditetapkan Islam adalah dalam bentuk doa. Tidak ada tempat yang penting sebagai shelter jedanya semua usaha, kecuali mengingat Allah SWT melalaui doa dan doa.             Ibadah sholat wajib harus digandengkan dengan dengan sholat sunnah agar sholat wajib menjad sebuah lokomotif. Istilah sholat sunnah terkait erat dengan perilaku Nabiyullah Muhammad SAW, segala sesuatu yang biasa dilakukan. Kemudian ibadah Shaum dilengkapi juga dengan ibadah shaum sunnah yang menyertainya. Begitu juga dengan ibadah zakat dan Hajji.             Semua kegiatan manusia muslim/muslimat bisa dihargai seb...

Tugas-4-Manusia MAkhluk Otonom-MPKAgamaIslam

  MANUSIA MAKHLUK OTONOM 4.1 Nikmat Allah bagi Semua Makhluk Hidup             Otonom terkait dengan keberadaan manusia sebagai makhluk Allah adalah bertalian dengan kebebasan menentukan pilihan. Manusia memiliki hak menentukan pilihan disamping diikat oleh kewajiban insani sebagai makhluk Allah yang wajib beribadat, dimana hak dan kewajiban tersebut berlindan dengan pahala dan dosa. Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi dengan tanggung jawab dan memikul amanat yang telah ditawarkan oleh Allah SWT. Namun begitu, sesuai dengan yang diungkapkan Allaha dalam Al-Qur’an, manusia cenderung lalai, menyepelekan amanat, dan zhalim. اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ   Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya engga...

Tugas-3-Manusia Makhluk Ibadat-MPKAgamaIslam

3.1 Makhluk Allah yang Diciptakan untuk Beribadat Ibadah yaitu merespon segala sesuatu yang telah diberikan Allah kepada makhluknya. Jin dan manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang harus beribadah. Manusia dan jin diberikan kesempatan yang tidak diberikan kepada makluk selain mereka seperti Malaika, iblis, binatang, tumbuhan dan alam secara luas. Kesempatan tersebut adalah kemampuan untuk mengubah kondisi dirinya. Malaikat diciptakan Allah selalu dalam keadaan taat, tidak menyimpang dan melaksanakan perintah Allah secara istiqamah. Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan bangsa iblis yang selalu berada dalam sikap membangkang dan kesombongan. 3.2 Konsep Ibadat dalam Islam             Ibadah yaitu mengikuti dan mengembangkan pola yang telah diatur dengan tujuan berupa kemudahan dalam melakukan semua perintah. Pola ibadat adalah ketentuan Allah berupa ikatan yang tidak bisa diubah dalam semua ibadat mahdhah, ibadat ...

Tugas-2-Manusia Sebagai Makhluk Allah-MPKAgamaIslam

  MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK ALLAH   2.1 Kemegahan Alam Ciptaan Allah SWT             Allah SWT menciptakan manusia dengan jumlah yang sangat banyak dan memiliki keunikan. Adanya perbedaan satu sama lain dimaksudkan Allah agar manusia saling mengenal satu sama lain. Allah menciptakan manusia dari (saripati) tanah, Bumi, kemudian menjadikan manusia sebagai pemakmur sumber-asal hidupnya, setelah itu dijadikannya berpasang-pasangan agar dapat berketurunan dan menjadi pemakmur Bumi. Allah telah menyediakan dan menjadikan alam sebagai sarana yang dapat dinikmati manfaatnya untuk berbagai keperluan kehidupan manusia, serta telah terjaminnya ketenteraman hidup melalui keluarga yang penuh dengan kasih sayang.             Ketaqwaan merupakan satu ukuran yang menjadi pertimbangan kemuliaan manusia menjadi makhluk di sisi Allah sebagai Khalik. Manusia dan keberadaannya di bu...

Tugas-1-Benang Merah Nilai Kebenaran-MPKAgamaIslam

  BENANG MERAH NILAI-NILAI KEBENARAN 1.1 Kebenaran Mutlak dan Kebenaran Sementara Kebenaran yang biasa dipegang dan dianut oleh setiap orang pada dasarnya memiliki nilai-nilai yang terikat oleh ruang dan waktu, hal itu berarti semua ruang dan waktu memiliki kebenaran masing-masing walaupun hanya didukung oleh beberapa masyarakat yang dijadikan sebagai nilai kebenaran yang harus dihargai keberadaannya. Pada dasarnya tidak ada kebenaran yang mutlak, karena lingkup kebenaran tersebut mampu saling bertentangan dan berseberangan bahkan saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Sesuatu yang bersifat mutlak tiadk sejalan dengan kebutuhan zaman yang selalu berubah dan semakin meningkat. Perubahan adalah jiwa para modernis, karena menurut teori yang dianutnya peribahan terus-menerus terjadi seiring dengan pola penggubahan benda-benda yang masinal dan menuntut semua kondisi harus selalu berubah.             Ilahiah merupakan sif...